Electronic City Pegang Bisnis Hak Siar Piala Dunia 2010

Electronic City Pegang Bisnis Hak Siar Piala Dunia 2010

- detikFinance
Sabtu, 12 Apr 2008 11:50 WIB
Electronic City Pegang Bisnis Hak Siar Piala Dunia 2010
Jakarta - Secara mengejutkan perusahaan entertainment menjadi pemenang hak siar Piala Dunia 2010 untuk wilayah Indonesia. Bisnis Piala Dunia ini dimenangi oleh Electronic City Entertainment (ECE).

ECE adalah perusahaan satu grup dengan Electronic City Indonesia yang merupakan perusahaan ritel dan distribusi barang elektronik.

"ECE telah menandatangani kontrak Piala Dunia 2010 sejak 27 Juni 2007, tapi baru kita umumkan April ini setelah masalah legal dan pembayarannya selesai," kata Direktur ECE, Fery Wiraatmadja dalam perbincangannya dengan detikFinance, Sabtu (12/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui Fery, baru kali ini perusahaan entertainment menang hak siar Piala Dunia setelah beberapa tahun dimenangkan perusahaan TV atau broadcaster.

Fery menolak menyebut nilai kontraknya. Namun diakui, penunjukkan oleh Inter Sport Marketing (ISM) yang memegang lisensi siaran Piala Dunia 2010 untuk Asia, memang mengutamakan besarnya tawaran yang dimasukkan peserta tender.

"Nilainya berlipat-lipat dari Piala Dunia 2006, kita tidak bisa sebutkan karena terikat perjanjian," ungkap Fery.

Piala Dunia 2010 akan diselenggarakan di Afrika Selatan selama sebulan pada 11 Juni sampai 11 Juli 2010.    

ECE rencananya akan mulai melakukan pemasaran hak siar ini kepada perusahaan penyiaran Indonesia pada 17 April 2008. Penyiaran ini akan diberikan kepada beberapa TV nasional, TV kabel dan radio.

"Kita berharap siaran Piala Dunia 2010 lebih banyak dinikmati penonton, jadi tidak hanya dimonopoli satu TV," kata Fery.

Menurut Fery, kemungkinan Jak-TV yang merupakan satu grup dengan ECE akan mendapat jatah tayangan tersebut. Namun karena siaran Jak-TV terbatas di Jabotabek, ECE akan mengutamakan TV lain yang memiliki jangkauan nasional.

Fery optimistis dari penjualan hak siar ke TV nasional, sponsor dan cinderamata, ECE akan bisa mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. "Kita optimistis bisa dapat untung, besar atau kecil itu sifatnya relatif," katanya.

Fery mengakui, ECE memang fokus pada masalah program acara karena hardware atau penjualan barang elektronik sudah ditangani Electronic City Indonesia.

Sebelumnya ECE telah sukses memproduseri film Denias, Senandung di Atas Awan, kemudian menggelar musik Beyonce.

"Kita akan lebih banyak membuat program-program yang diminati masyarakat yang nanti didistribusikan ke pihak lain," tandas Fery.        

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads