Washington DC - Kelompok negara-negara industri G-7 menyetujui program untuk mengurangi krisis yang terjadi di pasar finansial global saat ini dengan membentuk forum stabilitas keuangan. Termasuk juga melakukan komunikasi yang lebih banyak dengan perusahaan finansial untuk meningkatkan transpransinya. Negara G7 berkomitmen untuk melakukan itu. Program tersebut juga meliputi perbaikan standar dari perusahaan pemeringkat. Pengumuman tersebut disampaikan usai pertemuan G7 di Washington, Jumat waktu AS (12/4/2008). Negara G7 adalah AS, Inggris, Jerman, Prancis, Kanada, Italia, Jepang.
"Kami berharap hasil yang positif untuk jangka panjang terhadap daya tahan ekonomi kita, meski untuk jangka pendek prospek pelemahan masih akan terjadi," bunyi pernyataan resmi G7 seperi dilansir dari
BBCNews.
Program utama adalah perlunya penguatan otoritas terhadap risiko pasar yang harus diambil dan menyesuaikan dengan tekanan yang ada di sistem keuangan. G7 juga akan menyusun pembentukan forum stabilitas keuangan atau Financial Stability Forum (FSF) yang merupakan lembaga kajian strategis. FSP ini nantinya akan meliputi bank sentral dan departemen keuangan dari seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya telah mengumumkan proyeksi kerugian global akibat krisis di AS yang hampir mencapai US$ 1 triliun.
(ir/ir)