Seperti dikutip the Star, Sabtu (12/4/2008), China Coal Energy, yang produksinya terbesar setelah Shenhua Energy, juga menargetkan ekspor hydrocarbon tahun ini yang jumlahnya sama seperti tahun 2007 sekitar 18,9 juta ton.
"Kami berharap dapat menjaga angka ekspor di level itu," kata Jing Tianliang, pimpina China Coal dan juga presiden perusahaan induk China National Coal Group Corp.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, Xstrata, eksportir batubara panasbumi terbesar dunia, mematok harga batubara untuk tahun 2008 ke Japan’s Chubu Electric US$ 125 per ton yang naik 125% dari tahun sebelumnya.
Di Asia harga batubara juga sudah mendekati rekor, karena ketatnya permintaan dari tambang China yang beberapa diantaranya sudah melakukan kesepakatan di harga US$ 135 per ton.
"Kami sedang menjajaki peluang baru di tempat lain, Australia dan Indonesia adalah diantaranya," katanya. (ir/ir)










































