Demikian disampaikan anggota Komisi VII sekaligus Wakil Ketua FPKS DPR-RI Zulkifliemansyah ketika dihubungi detikFinance, Minggu (13/4/2008).
"Opsi ini dalam jangka pendek memang menarik, tapi dalam jangka panjang sangat berbahaya dimana terbuka kesempatan untuk asing menguasai KS (Krakatau Steel), padahal KS merupakan jantung industrialisasi kita," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arcelor-Mittal memang berniat untuk masuk ke industri baja Indonesia. Menurut Menneg BUMN SOfyan Djalil beberapa waktu lalu, ada tiga opsi untuk investasi Mittal di Indonesia, yaitu mitra strategis, pertambanganyang terkait baja, dan patungan dengan KS. (lih/lih)











































