Mendag: Batik Luar Negeri Bukan Saingan

Mendag: Batik Luar Negeri Bukan Saingan

- detikFinance
Minggu, 13 Apr 2008 12:47 WIB
Solo - Produsen batik kini kelimpungan dengan membanjirnya produk batik asal luar negeri, khususnya dari China yang dijual dengan harga yang sangat murah. Namun Menteri Perdangangan Mari Elka Pangestu menyatakan produk batik murah ini tidak akan menjadi pesaing serius bagi produk batik Indonesia sebagai negara asal dan produsen batik terbesar di dunia.

Hal tersebut disampaikan Mari saat meninjau pusat perdagangan batik Pasar Klewer, Solo, Minggu (13/4/2008). Menurutnya, penjiplak produk seperti Cina tetap akan selalu ketinggalan dalam melakukan inovasi produk karena tidak memiliki kultur, akar perkembangan serta kekayaan desain.

"Kita tidak akan terganggu dengan produk-produk jiplakan seperti itu. Buktinya sepanjang tahun 2007 ekspor batik Jateng mencapai US$ 30 juta atau naik 20 persen. Nilai tersebut merupakan 36,5 persen dari total ekspor batik Indonesia," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia berharap batik tradisi di berbagai daerah semakin dioptimalkan untuk memenuhi pasar kontemporer sehingga semua kalangan, termasuk generasi muda, tetap percaya diri menggunakan batik. Pemutakhiran motif bukan persoalan sulit karena batik telah mengakar sebagai warisan budaya.

Kehadiran Mari ke Solo adalah dalam rangka menghadiri acara Solo Batik Carnival dan wisata kuliner jajanan malam. Mari mengaku mendukung penuh kedua acara tersebut sebagai upaya mengembangkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan dan mengembangkan ekonomi rakyat. (mbr/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads