Dirjen Diouf menyampaikan pernyataannya itu dalam konferensi pers di Kantor Pusat FAO, Roma, pukul 11.30 waktu setempat, Jumat (11/4/2008).
Seusai konferensi pers dilanjutkan dengan presentasi dan dialog dengan para perwakilan negara untuk FAO yang ada di Roma, termasuk Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat semakin meningkatnya kesejahteraan penduduk di negara-negara yang ekonominya sedang tumbuh tersebut menyebabkan konsumsi produk daging dan susu juga meningkat, dan hal ini juga mendorong peningkatan kebutuhan akan sereal.
Kemudian rendahnya stok pangan dunia yang diperkirakan akan turun menjadi 405 juta ton pada akhir 2008. Jika hal ini terjadi, maka akan menyebabkan stok pangan dunia menyusut, terendah setelah 1982.
Adanya bencana alam seperti kebanjiran, kekeringan, dan badai yang terkait dengan adanya perubahan iklim global.
Kebutuhan sereal untuk bioenergi, di mana pada 2007 menurut FAO sekitar 86 juta ton jagung untuk pangan sudah digunakan untuk menghasilkan energi.
(es/es)











































