Impor Tabung Elpiji 12 kg Dibuka

Impor Tabung Elpiji 12 kg Dibuka

- detikFinance
Senin, 14 Apr 2008 10:53 WIB
Impor Tabung Elpiji 12 kg Dibuka
Jakarta - Pemerintah membuka peluang impor tabung elpiji 12 kg jika kelangkaan tabung terus terjadi. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, pemerintah sebelumnya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Krakatau Steel dan Sucofindo (terkait quality control) untuk mengoptimalkan pasokan tabung 12 kg ini.
 
"Pada rapat itu, memang diizinkan kalau tidak cukup ya impor, jangan sampai masyarakat kekurangan," katanya usai mengisi Indonesia Mining Updates 2008 di Hotel Sangri-La, Jakarta, Senin (14/3/2008).
 
Pertamina pun diminta untuk berbicara langsung dengan produsen-produsen tabung nasional untuk segera menyelesaikan kelangkaan ini.
 
Sedangkan untuk kelangkaan minyak tanah yang terjadi di berbagai daerah, Purnomo menyatakan hal itu hanyalah masalah operasional.
 
"Beberapa kelangkaan yang terjadi merupakan masalah teknis operasional, karena kalau dari sisi tok cukup," katanya.
 
Jadi baginya yang terjadi lebih dipicu karena kepanikan masyarakat yang takut minyak tanah akan segera ditarik dari peredaran. Hal serupa sudah terlihat sejak peluncuran Kartu Kendali di Semarang awal bulan ini.
 
"Masyarakat itu takut, disangkanya dengan kartu kendali ini, penarikan minyak tanah akan dilakukan cepat-cepat. Padahal, kita tidak akan terburu-buru," jelasnya lagi. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, pemerintah sebelumnya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Krakatau Steel dan Sucofindo (terkait quality control) untuk mengoptimalkan pasokan tabung 12 kg ini.
 
"Pada rapat itu, memang diijinkan kalau tidak cukup ya impor, jangan sampai masyarakat kekurangan," katanya usai mengisi Indonesia Mining Updates 2008 di Hotel Sangri-La, Jakarta, Senin (14/3/2008).
 
Pertamina pun diminta untuk berbicara langsung dengan produsen-produsen tabung nasional untuk segera menyelesaikan kelangkaan ini.
 
Sedangkan untuk kelangkaan minyak tanah yang terjadi di berbagai daerah, Purnomo menyatakan hal itu hanyalah masalah operasional.
 
"Beberapa kelangkaan yang terjadi merupakan masalah teknis operasional, karena kalau dari sisi tok cukup," katanya.
 
Jadi baginya yang terjadi lebih dipicu karena kepanikan masyarakat yang takut minyak tanah akan segera ditarik dari peredaran. Hal serupa sudah terlihat sejak peluncuran Kartu Kendali di Semarang awal bulan ini.
 
"Masyarakat itu takut, disangkanya dengan kartu kendali ini, penarikan minyak tanah akan dilakukan cepat-cepat. Padahal, kita tidak akan terburu-buru," jelasnya lagi. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads