Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai dialog pengembangan energi terbarukan sebagai solusi energi alternatif di Indonesia di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2008).
Solusi pertama adalah pengaliran minyak ke kilang milik Humpuss di Cepu, pilihan kedua adalah membangun kilang potabel, dan ketiga adalah minyak dibawa ke kilang milik PetroChina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu pemerintah lebih memilih pembangunan kilang portabel. Setiap kilangnya mampu menampung minyak sebesar 6.000 barel per hari (bph) sedangkan blok Cepu sendiri kapasitas produksi minyak di 4-5 sumurnya sebesar 20.000 bph.
"Nah ketiga pilihan tersebut sekarang sedang kita asses tapi kita sudah punya pilihan, portable unit kita masukan dulu, kalau itu bisa maka itu bisa menampung 20.000 bph," ujarnya.
(ddn/ir)










































