Masuknya 'Raja Baja' Mittal ke KS Bisa Sangat Berbahaya

Masuknya 'Raja Baja' Mittal ke KS Bisa Sangat Berbahaya

- detikFinance
Senin, 14 Apr 2008 12:35 WIB
Masuknya Raja Baja Mittal ke KS Bisa Sangat Berbahaya
Jakarta - Keinginan Arcelor Mittal berinvestasi di Indonesia patut disambut gembira. Namun masuknya raksasa baja itu ke PT Krakatau Steel (KS) dalam jangka panjang bisa sangat berbahaya.

"Pemerintah harus berhati-hati dalam menyikapi proposal investasi Mittal," kata Komisi VI DPR RI dari FPKS, Zulkieflimansyah kepada detikFinance, Jumat (14/4/2008).
Β 
Menurut pria yang biasa disapa Zul ini, investasi Mittal itu sebenarnya diharapkan bisa menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pengangguran dan kemiskinan diharapkan bisa dikurangi.

"Karenanya keinginan Arcelor-Mittal, produsen baja terbesar di dunia untuk berinvestasi di Indonesia tentu sangat kita sambut gembira," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, ada 3 opsi yg ditawarkan Mittal:Β  pertama, mengembangkan sendiri usaha pertambangan yg berkaitan dgn industri baja, kedua, menawarkan diri menjadi Mitra Strategis bagi PT Krakatau Steel (KS) dan Ketiga Membentuk perusahaan Joint Venture dgn PT KS.

Pemerintah karena target-target jangka pendek, kata Zul, kemungkinan lebih memilih opsi kedua.

"Opsi ini dalam jangka pendek memang menarik tapi dalam jangka panjang sangat berbahaya dimana terbuka kesempatan untuk asing menguasai KS yang merupakan jantung industrialisasi kita dan adanya kemungkinan ketergantungan kita pada asing dalam waktu yang sangat panjang," urainya.

Karenanya, Zul meminta agar pemerintahlebih berhati-hati dalam membuat keputusan yang sangat strategis ini dan tidak mengorbankan kepentingan bangsa dalam jangka panjang.

"Kinerja KS sekarang sangat baik dan menyerahkan sebagian kepemilikannya pada asing akan sangat mengorbankan pembelajaran dan kemampuan teknologi yang realitasnya sangat sulit bahkan tidak mungkin ketika perusahaan asing bermitra dengan perusahaan lokal," pungkasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads