9 Perjanjian Kontrak Gas Diteken

9 Perjanjian Kontrak Gas Diteken

- detikFinance
Senin, 14 Apr 2008 16:49 WIB
9 Perjanjian Kontrak Gas Diteken
Jakarta - Sebanyak sembilan kerjasama gas senilai US$ 2,303 miliar diteken hari ini. Enam diantaranya berupa PJBG (Perjanjian Jual Beli Gas), 1 berupa SPA (Seller Puchase Agreement) ,1 berupa HoA (Heads of Agreement ) dan 1 MoU (Memorandum of Understanding).

Berdasarkan siaran pers yang diterima BP Migas, Senin (14/4/2008), lima penandatanganan perjanjian ini merupakan pasokan gas untuk pembangkit listrik di beberapa daerah seperti Batam, Bintan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan dan Aceh Timur.

Sementara tiga perjanjian lainnya untuk kelangsungan pabrik pupuk dan industri di Jawa Timur. Selain itu juga ditandatangani satu perjanjian penjualan LPG untuk mendukung program pemerintah dalam melaksanakan program konversi minyak tanah ke LPG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penandatanganan ini merupakan upaya membantu pemenuhan suplai gas domestik dan program konversi minyak tanah ke LPG menyusul penandatanganan kontrak-kontrak yang sama terdahulu," kata Kepala BP Migas dalam siaran persnya.

Selama lima tahun terakhir secara akumulasi telah berhasil ditandatangani sebanyak 13,33 TCF untuk keperluan domestik sehingga perbandingan antara kontrak domestik dan ekspor adalah 48% (20,12 TCF) untuk domestik dan 52% (21,55TCF) untuk ekspor.

Kontrak jual beli gas tersebut (selama 5 tahun) telah mengurangi BBM Nasional selama masa kontrak sebsar 1,86 miliar barel.

Ke-9 kontrak migas itu adalah:

1. PT Medco E&P Indonesia-PT PLN (Persero) yang diteken Amandemen PJBG untuk pasokan selama 6 tahun dengan volume 38.93 TBTU.

2. PT Medco E&P Malaka-PT PLN (Persero) yang diteken PJBG untuk pasokan selama 17 tahun dengan volume 85 TBTU.

3. Premier Oil Natuna BV-Universal Batam Energy yang diteken PJBG untuk pasokan selama 15 tahun dengan volume 59 TBTU.

4.Premier Oil Natuna BV- PLN Batam yang diteken PJBG untuk pasokan selama 15 tahun dengan volume 86.86 TBTU.

5. PT Pertamina (Persero), PT Petrochina International, PT Medco E&P Indonesia dengan PT Perokimia Gresik yang diteken Short Term PJBG untuk pasokan selama 2,5 tahun dengan volume 6 TBTU.

6. ConocoPhillips Indonesia-PT PGN (Persero) Tbk yang diteken HoA untuk pasokan selama 5 tahun dengan volume 79.12 TBTU.

7. Total E&P Indonesie, Inpex Corporation dengan Perusda Kelistrikan dan Sumber Daya Energi Kabupaten Kutai Kartanegara yang diteken MoU.

8. PT Lapindo Brantas Inc.-PT Indogas Kriya Dwiguna yang diteken PJBG untuk pasokan selama 5 tahun dengan volume 4.47 TBTU.

Sementara untuk yang kontrak LPG:
9. Petrochina (Jabung) Ltd.- PT Pertamina (Persero) yang diteken SPA untuk pasokan selama 1 tahun, dengan volume 480.000 matrik ton.


(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads