Merger Delta-Northwest Ciptakan Maskapai Terbesar Dunia

Merger Delta-Northwest Ciptakan Maskapai Terbesar Dunia

- detikFinance
Selasa, 15 Apr 2008 11:43 WIB
Merger Delta-Northwest Ciptakan Maskapai Terbesar Dunia
Jakarta - Dua maskapai terbesar AS ini sama-sama lolos dari jurang kebangkrutan. Namun keduanya kini sepakat merger. Penyatuan Delta Air Lines dan Northwest Airlines akan menciptakan maskapai penerbangan terbesar di dunia dilihat dari sisi trafiknya.

Delta akan menjadi pimpinan dari perusahaan hasil merger itu. Namun merger 2 maskapai senilai US$ 17,7 miliar itu masih memerlukan persetujuan dari regulator.

Kedua maskapai itu pada tahun 2007 baru saja lolos dari kebangkrutan lewat 'Chapter 11'. Kedua maskapai itu kini juga sedang menghadapi persaingan ketat, melonjaknya harga bahan bakar serta turunnya jumlah penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maskapai baru ini akan memberikan keamanan kerja yang lebih besar bagi karyawan dan juga bagian saham dari perusahaan gabungan, serta kerangka yang lebih kuat untuk pertumbuhan di masa depan di tengah tekanan ekonomi yang kuat dari kenaikan harga bahan bakar dan ketatnya kompetisi," ujar Delta dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/4/2008).

Dalam kesepakatan yang tercapai, pemegang saham Northwest akan menerima 1,25 saham Delta untuk setiap lembar saham Northwest yang mereka miliki. Persetujuan dan proses akhirnya diharapkan bisa selesai pada tahun ini.

Kesepakatan kedua belah pihak ini juga diharapkan bisa mendongkrak pendapatan hingga US$ 1 miliar per tahun. Sementara biaya untuk mengintegrasikan kedua maskapai ini juga diperkirakan menelan US$ 1 miliar.

"Merger ini akan meningkatkan jangkauan internasional dan domestik, tanpa mengurangi jumlah penerbangan yang melayani 140 komunitas kecil di AS, melebihi maskapai lainnya," jelas Delta.

Perusahaan baru hasil penggabungan ini nantinya akan mengoperasikan sekitar 800 pesawat, mempekerjakan 75 ribu orang di seluruh dunia, dan melayani 390 tujuan di 67 negara. Kantor pusat operasionalnya akan dikombinasikan di Atlanta, Georgia. Sementara CEO Delta, Richard Anderson akan bertindak sebagai CEO perusahaan hasil merger.

"Kami sangat gembira bahwa Delta dan Northwest akan berpartisipasi langsung dalam pertumbuhan dan kesuksesan di masa depan dari perusahaan gabungan itu. Perusahaan baru kami akan diposisikan sebagai pemimpin yang cemerlang dalam industri penerbangan dunia di masa depan," jelas Anderson.

Salah satu alasan merger adalah dalam rangka efisiensi. Delta pada tahun 2007 terpaksa melakukan PHK, di tengah tekanan harga avtur yang melonjak hingga 2 kali lipat. Secara total, angka PHK di sektor penerbangan AS telah mencapai 150 ribu orang dengan kerugian mencapai US$ 29 miliar sejak tahun 2001.

"Gabungan Delta dan Northwest akan menciptakan sebuah perusahaan dengan model bisnis yang lebih kuat, yang lebih baik untuk bertahan ditengah gejolak harga bahan bakar daripada sebuah bisnis yang berbasis sendiri," ujar Anderson. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads