Pada perdagangan Selasa (15/4/2008) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Mei sempat mencapai titik tertinggi di US$ 112,48 per barel, sebelum surut ke US$ 112,33 per barel. Rekor tertinggi harga minyak dicapai pada pekan lalu di US$ 112,21 per barel.
Saat penutupan perdagangan sebelumnya di New York Mercantile Exchange, kontrak ini ditutup naik ke level US$ 111,76 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut para pialang, sentimen harga minyak masih cukup bullish setelah data yang dirilis pemerintah AS baru-baru ini menunjukkan penurunan yang tajam dari stok energinya. Perbaikan sementara sejumlah pipa minyak di AS juga menjadi salah satu pemicu.
Sementara pelemahan kembali dolar AS ikut memberi kontribusi bagi rekor baru harga minyak ini. Dolar AS tercatat melemah ke titik terendahnya atas euro di posisi 1,5913.
"Harga minyak sebagian merefleksikan pelemahan dolar AS," ujar David Moor, analis dari Commonwealth Bank of Australia seperti dikutip dari AFP.
(qom/ir)











































