Hal ini dikatakan oleh President Director Pefindo Kahlil Rowter dalam diskusi di Mercantile Club, Wisma BCA, Sudirman, Jakarta, Selasa (15/4/2008).
"Penurunan IHSG yang terjadi selama kuartal I ini bukan akibat melemahnya fundamental tapi lebih diakibatkan sentimen negatif saja, mekipun akan ada perusahaan yang menunda IPO atau emisi obligasinya, namun mereka bisa mencari pendanaan dari sumber lain, jadi minim dampaknya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bahaya memang kalau gejolak ini berlangsung dalam waktu yang lama, tapi dari lembaga rating, peringkat dari perusahaan-perusahaan di Indonesia sudah oke,β katanya.
Jadi dikatakannya, hampir tidak ada pengaruhnya gejolak pasar keuangan yang terjadi kepada kinerja para emiten. "Hal ini lebih pada sentimen, bahkan tahun ini Pefindo menaikkan rating dari 18 perusahaan," ujarnya. (dnl/ir)











































