Dirut Bulog: Jangan Dulu Berpikir Ekspor Beras

Dirut Bulog: Jangan Dulu Berpikir Ekspor Beras

- detikFinance
Selasa, 15 Apr 2008 14:34 WIB
Dirut Bulog: Jangan Dulu Berpikir Ekspor Beras
Jakarta - Bulog telah mengantongi izin ekspor beras. Namun Dirut Bulog Mustafa Abubakar memilih tidak berpikir untuk mengekspor beras dulu. Bulog ingin mengamankan stok dalam negeri terlebih dahulu.

"Kita belum bicara ekspor, walaupun hari ini Mendag mengeluarkan Permendag tentang ekspor, Bulog boleh dapat izin untuk ekspor. Tapi menurut hemat saya, jangan dulu berpikir ekspor, lebih baik kita pentingkan dulu kebutuhan pangan rakyat kita," jelas Mustafa di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa (15/4/2008).

Pada tahun 2007, Indonesia tercatat mengimpor beras hingga 1,2-1,3 juta ton. Sementara stok beras nasional saat ini mencapai 1,3-1,4 juta ton, dan diharapkan tak ada impor beras lagi di tahun 2008. Mustafa berharap stok beras nasional tersebut bisa mencukupi.

"Kalau Bulog ingin mencari untung di luar, kita ekspor sebanyak-banyaknya. Tapi kalau misalnya terjadi kekurangan di dalam, impor saja sebanyak-banyaknya, tapi bukan itu kan maksudnya Bulog. Kita mengamankan stok dalam negeri kita supaya kita bisa beli harga terjangkau, kita juga terlindungi dengan biaya produksi yang masih menguntungkan, stabilitas harga dsb," urai Mustafa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aturan izin ekspor beras tersebut tertuang dalam Permendag No 12/M-DAG/PER/4/2008 tentang ketentuan impor dan ekspor beras tertanggal 11 April 2008.

Menurut Mustafa, isi dari Permendag itu sebenarnya justru bukan untuk merangsang ekspor beras, melainkan untuk melindungi rakyat supaya jangan terjadi ekspor yang tidak diatur.

Jika memang ada peningkatan ekspor di tahun 2009, Bulog berharap bisa mengekspor untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga.

"Karena selain kita mendapatkan keuntungan besar karena harga tinggi, kita juga berkontribusi terhadap penyelamatan pangan global. Saudara-saudara kita yang miskin kan banyak di negara lain juga, kalau kita bisa berkontribusi, itu mulia sekali," imbuhnya.

Mustafa yakini dengan kerja keras untuk memenuhi target produksi, proyeksi IMF terkait kekurangan pangan dunia tidak akan terjadi.

"Kita berdoa mudah-mudahan uncertainty karena faktor cuaca ke depan, mudah-mudahan kemarau panjang tidak terjadi. Serangan hama dan gagal panen juga tidak terjadi. Itu yang kita harapkan," pungkasnya.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads