Membaca peluang tersebut Philips Indonesia mencoba menerobos pasar dengan meluncurkan 4 produk lampu hemat energi (LHE) berdaya 3 watt dan 5 watt.
"Berdasarkan data riset Nielsen, 80% lampu pijar yang beredar adalah dibawah 25 watt. Produk kami Essential 3 watt dan 5 watt baru akan sangat efektif untuk konversi lampu pijar dengan 80% penghematan energi," kata Presiden Direktur Philips Indonesia Rob Fletcher dalam peluncuran produknya, Selasa (15/4/2008).
Philips Indonesia meluncurkan 4 produk lampu hemat energi (LHE) yaitu seri Tornado dan Essential yaitu untuk yang berdaya 3 watt dan 5 watt.
Menurut Rob, dengan LHE Philips berdaya 3 watt dan 5 watt setara dengan lampu pijar berdaya 15 wattt dan 25 watt. "Kami menargetkan penjualan untuk dua produk tersebut sebanyak 10 juta unit pada tahun ini," ujar Rob.
Sementara itu Senior marketing Manager Philips Indonesia Hendra Rusmana mengatakan potensi pasar dari segmen ini di Indonesia sebanyak 50 juta rumah tangga yang masih mempakai lampu pijar. Sehingga katanya, hal ini menjadi peluang besar.
"10 juta kita targetkan 3 wat dan 5 watt artinya kita bisa membantu pemerintah menghemat 200 MW. Kita ingin menyasar rumah tangga menengah ke bawah terutama untuk di kota-kota kecil," papar Hendra.
Hendra mengatakan harga 4 produk baru Philips ini relatif lebih murah dari produk Philips lainnya. Ia mencontohkan, dengan kemampuan hidup selama 6000 jam dari produk barunya ini, artinya bisa digunakan selama tiga tahun pemakaian.
"Dengan harga Rp 15000 hingga Rp 16000 kita hanya membayar Rp 2,5 per jam," ungkapnya.
(hen/qom)











































