Badan Perminyakan Nasional Brasil, Haroldo Lima sebelumnya mengumumkan penemuan ladang minyak di kawasan offshore Carioca, Brasil, dengan kandungan sebesar 33 miliar barel minyak. Cadangan tersebut berarti melebihi cadangan terbukti Brasil yang mencapai 11,8 juta barel maupun AS yang mencapai 21,8 miliar barel.
"Penemuan itu mungkin yang terbesar dalam 30 tahun terakhir," ujar Lima dalam konferensi persnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga saham BUMN minyak Brasil, Petrobras dan partnernya di ladang Carioca yakni BG Group Inggris dan Repsol-YPS langsung melonjak setelah pengumuman itu.
Regulator pasar saham Brasil, CVM mengkritik Lima yang telah mempublikasikan hal yang bombastis. CVM menilai pernyataan itu bisa merugikan standar perdagangan dan akan menyelidikinya.
Reaksi dingin justru diberikan oleh Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, yang menyebut pengumuman itu tidak selayaknya dan terburu-buru.
Lula dalam pernyataannya di harian Folha menyatakan bahwa pengumuman soal penemuan itu tidak resmi dan belum dikonfirmasi. Menurutnya, kemungkinan besar dari penemuan itu memang signifikan namun masih menunggu konfirmasi dari Petrobas dulu.
Sementara Petrobras menjelaskan bahwa untuk pembuktian cadangan minyak itu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Survei geologi kini masih dilakukan.
"Data yang lebih konklusif dari penemuan itu hanya bisa diketahui setelah fase lanjutan dari proses evaluasi selesai," jelas Petrobras dalam pernyataannya.
Menurut Direktur Petrobras, Jorge Zelada, pihaknya tidak akan mendeklarasikan apapun selama belum mendapatkan hasil yang konkret.
Brasil sebelumnya juga telah mengumumkan dan mengkonfirmasikan penemuan minyak di ladang Tupi, didekat Carioca di Santos. Tupi mengandung minyak sekitar 8 miliar barel, dan langsung membuat euforia di pasar begitu diumumkan November lalu. Namun Carioca, menurut Lima mengandung minyak 5 kali lebih besar dari Tupi, dan kemungkinan menjadi ladang minyak terbesar ketiga didunia.
Namun para ahli mengingatkan bahwa untuk mendapatkan minyak dari Carioca cukup sulit karena faktor kedalaman melalui air, pasir dan bebatuan serta lapisan garam yang tidak stabil kemungkinan hanya sepertiga yang bisa diambil. Sementara pembangunan platform dan teknologinya kemungkinan masih butuh waktu 1 dekade sebelum minyak akhirnya bisa mengalir.
(qom/ir)











































