Padi Indramayu Digerogoti Keresek

Padi Indramayu Digerogoti Keresek

- detikFinance
Rabu, 16 Apr 2008 13:25 WIB
Padi Indramayu Digerogoti Keresek
Indramayu - Hasil panen petani di Indramayu kali ini anjlok karena tanaman banyak diserang penyakit dan hama, salah satunya penyakit keresek.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indramayu R Sumardjo menjelaskan, penurunan produksi beras pada panen kali ini mencapai 2-2,5 ton per hektar.

"Produksi sekarang turun, gara-gara penyakit sama hama. Sekarang hanya 3,5-4 ton per hektar. Padahal biasanya bisa mencapai 5-6 ton per hektar," katanya disela peresmian resi gudang di Haurgeulis, indramayu, Rabu (16/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun meski produksi turun, Sumardjo memprediksi pasokan ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan Indramayu sendiri, bahkan masih surplus.

Untuk itu, ia mendesak Bulog agar mau menaikkan harga belinya di tingkatan petani. Sebab jika tidak, petani akan lebih senang menjual beras ataupun gabahnya ke tengkulak.

Harga beli Bulog untuk gabah kering simpan saat ini hanya Rp 2.000/kg padahal harga di pasaran sudah mencapai Rp 2.400/kg. Begitu juga jika membeli beras, harga yang dipatok Bulog sekitar Rp 4.000 dinilai tidak sebanding dengan persyaratan yang begitu banyak.

"Kalau Bulog nggak naikin harga. Kita khawatir saat paceklik nanti malah kehabisan barang. Karena sekarang mendingan jual ke tengkulak," katanya.

Ia menyatakan, harga beras yang sesuai untuk dibeli Bulog adalah sekitar Rp 5.000 per kg. Sementara untuk gabah kering giling sekitar Rp 3.250 per kg dan gabah kering simpan sekitar Rp 3.000 per kg. (lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads