Menurut Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indramayu R Sumardjo. Baginya, jika daya serap beras Bulog tidak terpenuhi, maka harga beras bisa terlalu tinggi saat paceklik.
"Ekspor beras itu bagus, tapi Bulog harus terpenuhi dulu. Biar nanti pas paceklik, kita masih punya stok. Jadi harganya juga tidak menyusahkan buat yang beli. Kalau kita harga naik sih pasti senyum," katanya disela persemian resi gudang di haurgeulis, Indramayu, Rabu (16/4/2008).
Ia menuturkan, daya serap Bulog saat ini sekitar 8% dari total produksi di Indramayu, dan sisanya diserap ke tengkulak. Akan tetapi, kondisi ini membaik karena sekarang ada resi gudang. Meski belum sistem ini belum dikenal meluas, tapi sistem resi gudang ini menjadi pilihan bagi petani kemana akan menjual berasnya.
"Akhirnya sekarang harga beras bagus, karena banyak yang berlomba-lomba beli. Ada Bulog, resi gudang dan tengkulak," katanya.
Keuntungan dengan resi gudang adalah petani bisa menyimpan dulu hasil panennya dan menjualnya lagi saat paceklik tiba. Sementara keuntungan menjual ke tengkulak adalah harga yang tinggi yang berani ditawarkan tengkulak.
Karena itu, ia meminta agar Bulog juga mau menaikkan harga belinya agar tidak kalah saing dengan tengkulak ataupun sistem resi gudang.
(lih/qom)











































