Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Hanson Energy Harun Setiawan Boedi dalam siaran pers yang disampaikan kepada detikFinance, Rabu (16/4/2008).
"Dari 6 tender PLTU yang kami ikuti, kami memenangkan 6 PLTU pada urutan pertama penawar terendah pemasok, yaitu di PLTU Teluk Naga (Banten), PLTU Pelabuhan Ratu (Jabar), PLTU Tarahan Baru (Lampung), PLTU Pangkalan Susu (Sumut), PLTU Nagan Raya (NAD) dan PLTU Pesisir (Sumbar). Bahkan sangat sesuai dengan perhitungan kami sebelumnya, yaitu berada di sekitar lokasi penambangan kami," tutur Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irwando menambahkan dalam mengimplementasikan Hanson Enegy menjadi coal producer pihaknya berencana untuk menggaet investor strategis (strategic alliance) dari kawasan regional, bahkan beberapa dari mereka sudah melakukan due diligence dan pembahasan yang detail dengan kami.
"Dengan memenangkan tender ini membuktikan bahwa Hanson Energy semakin kuat posisinya dalam melakukan bisnis batu bara ini, termasuk kesiapan PT Hanson International, Tbk mengakusisi saham PT. Hanson Energy dan melepas anak usaha perseroan, PT. Primayudha Mandirijaya yang bergerak di bidang tekstil. Kami sangat siap untuk melaksanakan keputusan bisnis ini," lanjut Irwando.
Hanson Energy adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang terafiliasi dengan PT. Hanson International Tbk (MYRX). Saat ini Hanson telah memiliki area konsesi penambangan batu bara sebesar 30.000 hektar di wilayah Sumatera Selatan dengan perkiraan cadangan batu bara sebesar 400 juta metric ton. (dnl/ddn)











































