PLN Siapkan Listrik di 3.000 Desa Tertinggal

PLN Siapkan Listrik di 3.000 Desa Tertinggal

- detikFinance
Rabu, 16 Apr 2008 18:43 WIB
PLN Siapkan Listrik di 3.000 Desa Tertinggal
Jakarta - PT PLN (persero) berencana melakukan kerjasama dengan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dalam rangka penyediaan listrik di sekitar 3000 desa tertinggal.

"Kerjasama ini untuk membangun pembangkit sebesar 5 MW dalam rangka penyediaan listrik di 3.000 desa tertinggal," ujar Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar, di gedung PLN Pusat, Jakarta, Rabu (16/4/2008).

Dalam kerjasama ini, PLN akan membangun pembangkit dan KPDT akan menyediakan infrastruktur yang diperlukan. Mengenai pendanaan akan menggunakan anggaran APBN 2008 sebesar Rp 1 triliun untuk keperluan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah dana tersebut masih tidak mencukupi, mengingat total kebutuhan elektrifikasi desa tertinggal kira-kira Rp 120 triliun untuk menyediakan 600 MW," ujar Fahmi.

Penyediaan listrik sebesar 600 MW tersebut ditujukan bagi sekitar 6 juta rumah tangga di desa-desa tertinggal.

"Saat ini memang baru untuk 3000 desa. Tapi ke depannya kita harapkan bisa ditingkatkan dan dipercepat, agar target 600 MW bisa terwujud di 2015," ulas Fahmi.

Sementara untuk menggenjot percepatan tersebut, PLN menyatakan akan mengusahakan pemberian insentif pada pihak swasta yang mau ikut berpartisipasi.

"Insentif ke pihak swasta saat ini memang belum ada, tapi akan kita usahakan bersama dengan KDPT, terutama bagi swasta daerah yang mau bekerja sama dengan pemda dalam proyek ini," ujar Fahmi.

Di sisi lain, dalam penyediaan listrik di desa-desa tertinggal tersebut, rencananya akan dibangun pembangkit-pembangkit yang menggunakan energi terbarukan.

"Pembangkit-pembangkit tersebut akan dibangun dalam skala kecil, dan menggunakan sumber energi setempat seperti mikro hidro, kincir angin dan tenaga surya," kata Fahmi.

Langkah tersebut diambil guna menengahi masalah sumber energi fosil dan efisiensi penyediaan sumber energi bagi pembangkit-pembangkit skala kecil tersebut.

Hal itu sejalan dengan target PLN yang optimis mampu mereduksi penggunaan sumber energi minyak bumi di tahun 2008 ini.

"Target kita tahun ini bisa mengurangi penggunaan minyak hingga 5-10%," ungkap Fahmi.

Tahun ini PLN juga berencana menambah porsi penyediaan sumber energi gas sebanyak 240 mmcfd di dua lokasi yaitu Muara Tawar dan Cilegon.

"Mei nanti kita akan menambah pasokan gas sebanyak 50 mmcfd, kemudian September sebanyak 150 mmcfd. Dua-duanya di Muara Tawar. Oktober kita juga akan menambah pasokan gas di Cilegon sebanyak 40 mmcfd," ungkap Fahmi.
Β  (dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads