Dirut PT Ephindo Sammy Hamzah menjelaskan, biaya itu dikeluarkan untuk mengebor 10-15 sumur yang tiap sumurnya membutuhkan investasi US$ 250-500 ribu. Kedalaman sumur diperkirakan mencapai 300-1.000 meter.
"Sebenarnya kalau yang diminta pemerintah adalah komitmen untuk 3 tahun pertama. Tapi kami usahakan maksimal 2 tahun bisa terlaksana," katanya disela rapat kerja migas di Museum Migas, TMII (17/4/2008).
Pengeboran ini akan segera dilakukan begitu kontraknya ditandatangani. Ephindo bekerjasama dengan Medco mendapat persetujuan untuk mengembangkan CBM di Indonesia untuk pertama kalinya.
Berdasarkan data Asian Develipment Bank, cadangan CBM di lokasi ini adalah yang paling besar di Indonesia, yaitu mencapai 183 triliun cubic feet (TCF).
CBM merupakan gas yang terperangkap di lapisan batubara. Pengembangan CBM ini diharapkan bisa membantu pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri yang terus meningkat.
(lih/qom)











































