Syaratnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan lahan yang menganggur sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian.
"Krisis pangan di dunia ini akan menjadi rahmat ,akan menjadi berkah dan menjadi peluang, kalau kita betul-betul bisa meningkatkan produksi pangan dimulai dari menertibkan lahan," kata Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden juga menjelaskan, lonjakan harga pangan tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Pemerintah tak tinggal diam, dan meminta pengertian masyarakat untuk memahami masalah kenaikan harga pangan ini.
"Saya tahu, ada unjuk rasa dari berbagai pihak di depan Istana Jakarta, mengenai naiknya harga pangan. Saya mengerti kalau harga pangan naik, semua tidak senang. Tapi saya meminta pengertian masyarakat bahwa ini adalah masalah dunia, dan pemerintah tidak tinggal diam untuk mengatasi semua itu agar tidak sangat membebani kehidupan rakyat," kata Presiden seperti dikutip dari presidensby.info.
Dalam kesempatan itu, presiden juga menyatakan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan produksi adalah melalui pemanfaatan lahan. Presiden menekankan perlunya penertiban lahan yang terlantar padahal sudah memiliki Hak Guna Usaha.
"Saya mendapat laporan dari Kepala BPN dan menteri-menteri terkait setelah dilakukan penelitian dua tahun terakhir ini atas instruksi saya, ternyata ada lahan-lahan yang terlantar sebanyak 7 juta hektar, 1,7 jt hektar dari itu sudah berstatus Hak Guna Usaha. Kenyataanya lahan itu terlantar, ini tidak boleh terjadi, harus ditertibkan," kata Presiden.
Presiden sudah menginstruksikan pada jajaran pemerintah,Β Gubernur, Bupati dan Walikota untuk menertibkan lahan agar bisa digunakan untuk pertanian. (qom/ir)











































