"Untuk proyek 10.000 MW kita masih kurang US$ 2 miliar," kata Direktur Keuangan PLN, Setyo Anggoro Dewo disela-sela acara penandatangan perjanjian kredit dengan 5 bank nasional di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (18/4/2008).
Namun diluar kebutuhan dana tersebut, menurut Setyo, PLN akan menandatangani fasilitas kredit dolar dengan konsorsium Bank of China untuk PLTU Indramayu yang dijadawalkan akhir bulan ini di China. Selain itu juga dengan konsorsium Barclays dan China Development Bank untuk proyek di Rembang yang saat ini masih tahap akhir dokumentasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLN sendiri harus mendapatkan persetujuan dari depkeu untuk pendaanaan proyek 10.000 MW itu.
Menurut Setyo, opsi pendanaan itu bisa pinjaman dari bank asing atau lokal atau menerbitkan MTN. "Tapi kita masih melihat sampai berapa besar ketersediaan dolar di bank-banak lokal, apalagi kita tahu situasi masih sedang turbelensi," ujarnya. (ir/qom)










































