"Tapi belum bisa diumumkan, kita masih menunggu persetujuan Presiden melalui Inpres. Satu dua hari ini diharapkan sudah ditandatantangi Presiden," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono.
Hal tersebut disampaikan Anton usai rapat pangan yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/4/2008). Rapat ini juga diikuti Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Dirut Mustafa Abubakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pupuk, Anton menjelaskan, pemerintah juga akan menaikkan subsidinya menjadi Rp15 triliun dari rencana semula Rp 10 triliun.
"Kenaikan ini lebih disebabkan kenaikan harga pupuk dunia akibat tingginya permintaan dari berbagai negara, sekarang kita rebutan pupuk," jelasnya.
Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar menambahkan pihaknya siap menjalankan kenaikan HPP.Β "Tambahan dana sudah kita siapkan untuk membeli gabah petani yang HPP-nya dinaikkan," tuturnya.
Untuk itu, lanjutnya, Bulog telah mendapat persetujuan dari Bank Bukopin, Bank BRI, dan Bank Mandiri untuk menggelontorkan dana sesuai plafon yang dijamin pemerintah.
"Dengan kenaikan ini, plafon pinjaman kita minta dinaikkan menjadi Rp15-16 triliun," jelasnya.
(ary/qom)











































