Kesehatan Prioritas Utama, Produksi Rokok Stagnan di 2020

Kesehatan Prioritas Utama, Produksi Rokok Stagnan di 2020

- detikFinance
Jumat, 18 Apr 2008 18:47 WIB
Kesehatan Prioritas Utama, Produksi Rokok Stagnan di 2020
Bandung - Produksi rokok pada tahun 2020 akan stagnan pada level 260 miliar batang. Sedangkan tahun ini diperkirakan masih akan mencapai 230 miliar batang lebih.

Demikian seperti tercantum dalam dalam roadmap sektor industri rokok dan tembakau 2007 hingga 2020 Departemen Perindustrian.

Pada periode tahun 2020 pemerintah akan memprioritaskan aspek kesehatan dalam produksi rokok sehingga hal ini tentunya akan menyangkut instrumen cukai rokok yang akan diterapkan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Industri Minuman dan Tembakau Warsono dalam acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan wartawan, Departemen Perindustrian, di Hotel Grand Aquila Bandung (18/4/2008).

"Memang pada tahun itu aspek kesehatan akan menjadi prioritas utama dalam mengawal pengembangan industri rokok nasional," katanya.

Roadmap industri rokok dan tembakau jangka pendek 2007 hingga 2010 ditargetkan produksi rokok mencapai 240 miliar batang.

Tahun 2010 hingga 2015 produksi rokok ditargetkan hingga 260 miliar batang, sedangkan setelah itu produksi akan stagnan pada tahun 2020 dengan produksi di level 260 miliar batang.

Aspek prioritas sektor industri tembakau dan rokok jangka pendek yaitu pada rentang tahun 2007 hingga 2010 memprioritaskan pada aspek tenaga kerja, penerimaan negara.

Sedangkan untuk tahun 2010 hingga 2015 akan diprioritaskan pada aspek penerimaan negara, kesehatan dan tenaga kerja. Lalu terakhir tahun 2015 hingga 2020, aspek kesehatan akan prioritas utama disusul aspek tenaga kerja dan pendapatan negara.

Ia juga menambahkan bahwa sekarang ini industri rokok mulai pulih terhadap dampak kebijakan cukai beberapa tahun lalu terutama pada tahun 2003."Pada tahun 2003 terjadi tiga kali kenaikan cukai sehingga berdampak pada kondisi yang tidak kondusif untuk industri rokok," tambahnya.

Pada tahun itu, lanjut Warsono merupakan titik terendah produksi rokok yaitu hanya mencapai 193 miliar batang jauh dibawah pencapaian tertinggi pada tahun 2000 yang mencapai 239 miliar batang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga yakin pada tahun ini produksi masih tumbuh terutama di triwulan kedua dan seterusnya. "Akan naik 5% dari tahun lalu yang hanya 230 miliar termasuk untuk ekspor," ujarnya.
(hen/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads