Keyakinan ini didasarkan oleh dampak program restrukturisasi mesin TPT yang digulirkan pemerintah sejak 2007 lalu.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrjadjat dalam acara kunjungan pabrik tekstil PT Gucci Ratu Textile Industry di Leuwigajah, Cimahi Bandung, Sabtu (19/4/2008).
"Setelah program restrukturisasi ini kita harus kembali bangkit sebagai pemain tekstil dunia. Tahun 2007 lalu kita menguasai pangsa pasar 1,8 % dunia, selanjutnya harus kita raih 3%," ujar Ade.
Pengusaan pangsa pasar 1,8% mampu membukukan nilai ekspor produk TPT hingga US$ 10 miliar pada tahun 2007. Sekaligus menempatkan peringkat Indonesia hanya berada dalam posisi 11 sebagai produsen TPT dunia.
Selain itu kata Ade, industri TPT nasional akan mencoba meningkatkan penguasan pangsa pasar dalam negeri dari 22% menjadi 30%. Maklum serangan tekstil impor sekarang ini cukup membuat kewalahan industri TPT dalam negeri, termasuk penyelundupan produk tekstil.
Dari dua target itu, ia sangat yakin program restrukturisasi mesin TPT mampu mendorong untuk mencapai target tersebut. "Dengan adanya mesin baru bisa menghemat penggunaan energi 18% dan peningkatan produktifitas hingga 12%," paparnya.
Di Jawa Barat sendiri perusahaan yang memperoleh program restruktirisasi mesin TPT 2007 mencapai 46 perusahaan dari total 700 perusahaan TPT. Dengan total nilai investasi mencapai Rp 917 miliar, dari nilai bantuan pemerintah mencapai Rp 80,5 miliar.
(hen/qom)











































