Pada akhir pekan ini, harga minyak mentah dunia bahkan sempat merengkuh level US$ 117 per barel. Kontrak utama New York untuk minyak jenis light di pasar Nymex akhirnya ditutup naik hingga 1,83 dolar menjadi US$ 116,96 per barel. Sementara minyak jenis Brent naik 1,49 dolar menjadi US$ 113,92 per barel.
"Pelemahan dolar AS atas mata uang lainnya telah menciptakan kesempatan bagi investor untuk mencari imbal hasil yang lebih baik di komoditas," ujar analis dari John Hall Associates seperti dikutip dari AFP, Sabtu (19/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komoditas yang juga mencatat rekor tertinggi adalah tembaga dan timah. Di pasar London Metal Exchange (LME), harga tembaga pengiriman 3 bulan mencetak rekor US$ 8.880 per ton. Rekor sebelumnya adalah US$ 8.820 per ton, yang dicetak 6 Maret.
Sementara harga timah pengiriman 3 bulan mencapai US$ 8.610 per ton, atau sedikit dibawah rekor sebelumnya di US$ 8.630 per ton. Demikian pula harga Nikel yang melonjak hingga US$ 29.250 per ton, dari sebelumnya di US$ 29.000 per ton.
Namun untuk harga emas masih belum bisa mengalahkan rekor tertinggi yang dicapai pada 17 Maret yakni US$ 1.032,70 per ounce. Harga emas di pasar London turun menjadi US$ 908,75 per ounce. Komoditas perkebunan seperti coklat, kopi, karet dan gula juga masih meroket di harga tertingginya. (qom/qom)











































