Menurut Sekretaris Menneg BUMN Said Didu, kedua perusahaan sangat serasi karena bahan baku yang dibutuhkan TPPI untuk menjalankan operasinya berasal dari Pertamina.
"Kalau ada yang haru beli TPPI sebagai industri strategis ya Pertamina. Apalagi Pertamina kan yang selama ini punya bahan baku. Percuma kalau dijual ke pihak lain, tapi cuma Pertamina yang bisa memasok," katanya disela gathering dengan wartawan di Subang, Jawa Barat, Minggu (20/4/2008).
Ia juga menganjurkan Pertamina untuk membeli TPPI melalui PPA, bukan lewat Tirtamas selaku pemilik lama TPPI. Hal ini karena pembelian TPPI lewat Tirtamas kemungkinan harganya akan lebih mahal ketimbang membeli dari PPA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang sumber di pemerintahan mengakui hal tersebut. Menurutnya, jika Pertamina membeli dari PPA, maka akan lebih menguntungkan pemerintah. Dana yang dikeluarkan Pertamina sebagai BUMN untuk membeli TPPI akan masuk sebaga pendapatan PPA yang juga dimiliki pemerintah.
"Jadi bisa keluar kantong kanan masuk kantong kiri," ujar sumber itu.
Apalagi kini pemerintah tengah menggenjot betul setoran dari BUMN-BUMN guna menambal defist APBN. Pemerintah memang mengandalkan dua cara untuk menutup defisit APBN, yaitu dengan provatisasi BUMN dan penjualan aset-aset PPA. (lih/lih)











































