Investor Asing di Indonesia Terpukul Harga Minyak

Investor Asing di Indonesia Terpukul Harga Minyak

- detikFinance
Senin, 21 Apr 2008 14:02 WIB
Investor Asing di Indonesia Terpukul Harga Minyak
Jakarta - Harga minyak di pasar internasional yang terus menanjak membuat iklim investasi Indonesia terganggu. Beberapa investor pun sedang menghitung ulang rencana investasinya di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKPM Muhammad Lutfi ketika ditemui di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/4/2008).

Lutfi menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia membuat harga bahan baku seperti baja dan besi juga menanjak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga minyak ini sangat berpengaruh. Misalkan pabrik baja dengan kapasitas 2,5 juta ton dulu hanya US$ 3 miliar. Sekarang US$ 4 miliar pun saya rasa nggak cukup. Mungkin US$ 5 miliar," katanya.

Namun ia menegaskan, gangguan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Gangguan ini dipengaruhi dua hal yaitu risiko dan harga.

"Karena sekarang harga sedang pada naik, jadi ada beberapa yang menghitung-hitung lagi rencana mereka," katanya.

Menghadapi kondisi ini, menurut Lutfi ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan investasi di Indonesia. Pertama, mengiklankan Indonesia sebagai tempat yang masih menarik untuk investasi. Kedua, memberikan diskon besar-besaran berupa insentif.

"Setidaknya begitu ide BKPM. Tapi kan tergantung pemerintah," tambahnya.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads