Seperti dirilis situs resmi ADB, pinjaman yang meningkat ini menunjukkan negara-negara di Asia membutuhkan bantuan dalam pembangunannya.
"Tahun 2007 merupakan tahun yang sangat sibuk, produktif dan tahun yang sangat menarik bagi ADB. Persetujuan pinjaman tahunan kami meningkat dari US$ 7,4 miliar menjadi US$ 10,1 miliar," ujar Presiden ADB Haruhiko Kuroda dalam laporan terbaru tahunan ADB, ADBβs 2007 Annual Report.
Jumlah pinjaman ini mencapai rekor tertinggi selama 41 tahun ADB berdiri. Pakistan merupakan negara peminjam terbesar denga nilai US$ 2 miliar atau setara dengan 20 persen dari total pinjaman ADB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu pinjaman yang dijamin pemerintah tahun lalu mencapai U$ 9,2 miliar untuk 61 proyek.
Hibah ADB
ADB pada tahun 2007 memberikan hibah dalam bentuk asistensi sebesar US$ 672 juta atau meningkat 25 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi, ADB mencairkan pinjaman non pemerintah senilai US$ 760,3 juta sebanyak 19 jenis pinjaman bagi sektor swasta dan US$ 105 juta untuk sektor publik.
(ddn/qom)











































