"Ini adalah pertama kalinya kami mengembangkan bisnis di luar Jakarta ke Semarang dan Solo di Jawa Tengah dan kota budaya Yogyakarta," kata President of Singapore Chinese Chamber of Commerce and Industry Chua Thian Poh.
Ia menyampaikannya dalam dialog bisnis Indonesia dan Singapura di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (21/4/2008).
Singapura terkenal dengan kepiawaian berbisnis jasa. Dan bisnis ini pula yang akan dikembangkan di lokasi-lokasi sasarannya. Sektor jasa yang diincar antara lain pariwisata, makanan, kesehatan dan jasa lainnya.
Selain jasa, beberapa sektor yang ingin difokuskan adalah konstruksi, perkayuan, pelayanan hukum, properti, perbankan dan keuangan, pengembangan tanah, pelayaran, dan perumahan.
Sementara Deputi BKPM Darmawan Djajusman menjelaskan, pemerintah inginnya agar kerjasama Indonesia dan Singapura difokuskan di zona perdagangan bebas seperti Batam, Bintan, dan Karimun.
"Karena FTZ itu ada juga untuk menarik mereka. Jadi lebih baik investasi mereka dimanfaatkan disana," katanya.
Singapura merupakan negara investor asing terbesar kedua bagi Indonesia dengan nilai US$ 5,6 miliar. Sementara Indonesia adalah negara sasaran ekspor ketiga terbesar bagi Singapura.
Produk yang diekspor Singapura ke Indonesia adalah produk perminyakan, peralatan telekomunikasi, mesin pemroses data dan perkantoran, dan peralatan mesin sipil. Total perdagangan bilateral kedua negara mencapai S$ 66,4 miliar pada 2007. (lih/qom)










































