Hal ini terjadi karena pihak ADM kebanjiran pesanan Gran Max, bahkan upaya menggenjot ekspor Gran Max ke Jepang ditenggarai menjadi salah satu faktor penyebabnya.
"Sekarang ini memang bagi pemesan baru masih perlu 4 bulan, tetapi bagi pemesan lama terutama untuk bulan lalu masih butuh waktu 5 bulan. Awalnya kita menargetkan masa inden 2 hingga 3 bulan," kata General Manager Marketing Amelia Tjandra, saat dihubungi Senin Malam (21/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya apakah karena faktor menggenjot ekspor ke Jepang juga turut mengambil andil, Amelia menyangkal hal tersebut. "Bukan, ini terjadi karena permintaan Gran Max banyak. Perluasan pabrik kita yang juga perlu penyesuaian-penyesuaian setelah kita perluas akhir tahun lalu," kilahnya.
Untuk itu, lanjut Amelia mulai bulan ini, pikak ADM akan mulai mempersingkat masa inden tersebut dengan memaksimalkan kapasitas produksi. "Nantinya secara bertahap akan kita perpendek masa inden menjadi 3 bulan, 2 bulan hingga 1 bulan saja," katanya
Hingga kini produksi Gran Max untuk pasar domestik antara 2.500 hingga 3000 unit per bulan sedangkan untuk pasar ekspor Jepang antara 1.500 hingga 2.000 unit per bulan. Sehingga total produk per bulan untuk Gran Max bisa mencapai 4.000 unit. "Pada bulan Juni nanti kita harapkan bisa stabil dikisaran masa inden 2 bulan bahkan 1 bulan," imbuhnya.
Ia juga menambahkan, faktor pemadaman listrik yang terjadi pada bulan Februari lalu berdampak pada semua proses produk Daihatsu termasuk Gran Max. "Pemadaman listrik beberapa bulan lalu mengenai semua proses produksi semua produk mobil kita," ungkapnya.
(hen/ir)











































