Pertamax Makin Ditinggalkan

Pertamax Makin Ditinggalkan

- detikFinance
Selasa, 22 Apr 2008 12:12 WIB
Pertamax Makin Ditinggalkan
Jakarta - Akibat harga yang makin tinggi, penjualan pertamax selama Februari hingga Maret 2008 mengalami penurunan sekitar 16%. PT Pertamina menduga para pengguna pertamax ini beralih ke premium.

Kepala Divisi Komunikasi Pertamina Wisnuntoro menjelaskan, pada Februari penjualan pertamax tercatat sebesar 24.000 kiloliter, sementara pada Maret turun menjadi 20.000 kiloliter.
 
"Memang, sejak harga pertamax berada di atas Rp 6.000 per liter, penjualan agak turun," katanya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (22/4/2008).
 
Dengan kondisi saat ini dimana harga minyak terus menerus naik, Wisnuntoro memprediksi peralihan penggunaan pertamax ke premium makin tinggi. Namun baginya peralihan ini tidak bisa dicegah karena tidak ada aturan yang melarang.

"Pertamina kan sebagai penyedia. Selama belum ada aturan pembatasan, kita tidak bisa melarang. Yang bisa dilakukan ya program pembatasan dengan smart card," katanya lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkeu Sri Mulyani mengatakan pihaknya memang sudah mendengar adanya peralihan konsumsi dari pertamax ke premium.

"Kan ini klaim kalau ada tendensi. Tapi baru pernyataan dari berbagai pihak, nanti verifikasi dari data mengenai beberapa tingkah laku, terutama premium bulan ini saat harga minyak di atas US$ 110 ini," ujarnya.

Pemerintah akan memantau konsumsi masyarakat setiap bulannya, apalagi setelah konsumsi BBM hingga bulan Maret yang sudah melampaui 9,3 juta kiloliter.

Pemerintah tetap akan melakukan program penghematan BBM. "Presiden kan sudah katakan harus berhasil," ujarnya.

Mengenai apa antisipasi pemerintah jika program penghematan ini gagal, Menkeu mengatakan pemerintah akan melihat perkembangan dalam 1 semester ini.

"Atisipasi kan gak bisa sepekan-sepekan. Kan kita antisipasi basisnya per kerangka waktu  yang memang 6 bulanan. Jadi nanti antisipasi 6 bulan kita lihat apakah angka APBN itu memungkinkan terus berjalan sampai akhir tahun, baru dilaporkan," ujarnya.
(lih/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads