Kepala Divisi Komunikasi Pertamina Wisnuntoro menjelaskan, pada Februari penjualan pertamax tercatat sebesar 24.000 kiloliter, sementara pada Maret turun menjadi 20.000 kiloliter.
"Memang, sejak harga pertamax berada di atas Rp 6.000 per liter, penjualan agak turun," katanya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (22/4/2008).
Dengan kondisi saat ini dimana harga minyak terus menerus naik, Wisnuntoro memprediksi peralihan penggunaan pertamax ke premium makin tinggi. Namun baginya peralihan ini tidak bisa dicegah karena tidak ada aturan yang melarang.
"Pertamina kan sebagai penyedia. Selama belum ada aturan pembatasan, kita tidak bisa melarang. Yang bisa dilakukan ya program pembatasan dengan smart card," katanya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan ini klaim kalau ada tendensi. Tapi baru pernyataan dari berbagai pihak, nanti verifikasi dari data mengenai beberapa tingkah laku, terutama premium bulan ini saat harga minyak di atas US$ 110 ini," ujarnya.
Pemerintah akan memantau konsumsi masyarakat setiap bulannya, apalagi setelah konsumsi BBM hingga bulan Maret yang sudah melampaui 9,3 juta kiloliter.
Pemerintah tetap akan melakukan program penghematan BBM. "Presiden kan sudah katakan harus berhasil," ujarnya.
Mengenai apa antisipasi pemerintah jika program penghematan ini gagal, Menkeu mengatakan pemerintah akan melihat perkembangan dalam 1 semester ini.
"Atisipasi kan gak bisa sepekan-sepekan. Kan kita antisipasi basisnya per kerangka waktu yang memang 6 bulanan. Jadi nanti antisipasi 6 bulan kita lihat apakah angka APBN itu memungkinkan terus berjalan sampai akhir tahun, baru dilaporkan," ujarnya.
(lih/ddn)











































