Hal tersebut disampaikan Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Fahmi Mochtar usai rapat dengan Wapres Jusuf Kalla di istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/4/2008).
"Direncanakan Presiden akan memberikan pencanangan ada semacam pengawas energi atau listrik jadi di kantor-kantor ada semacam piket yang dipimpin oleh kepala kantor setempat untuk memonitor agar penggunaan listrik tidak boros," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi di setiap billboard akan dipasang semacam pengatur waktu, ketika jam sudah menunjukkan pukul 12 malam misalnya, otomatis aliran listrik akan terhenti.
Penggunaan mesin pendingin alias AC juga akan dihemat. "AC diset pada 25 derajat, sering kita lihat kan diset sampai 16 derajat tapi kita pakai jaket itu kan sesuatu yang nggak pas makanya di set jadi 25 itu sudah cukup," ujarnya. (ddn/ir)











































