Hal tersebut disampaikan Kepala Ekonomi Bank Mandiri Martin Panggabean dalam jumpa pers di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/4/2008).
"Asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di APBN P 2008 sebesar Rp 9.150 per US$ sangat tidak rasional, sebab potensi pelemahan nilai tukar sangat besar karena fundamental dan in jadi tekanan pada APBN P yang berpengaruh pada beban subsidi. Apalagi ekspektasi pasar terhadap rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang 2008 adalah Rp 9.500 per US$," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dengan beban volume subsidi yang sama tetapi ternyata ICP mencapai US$ 105, maka subsidi yang dikeluarkan pemerintah bisa mencapai Rp 150 triliun," ujarnya.
Dikatakannya jika nilai tukar bergerak melemah, maka potensi subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah bisa mencapai Rp 200 triliun, sedangkan pemerintah hanya kuat menahan sampai sekitar Rp 150 triliun.
"Alternatif program smart card yang direncanakan pemerintah sebenarnya sama saja dengan kenaikan harga BBM, oleh karena itu kenaikan BBM 10 persen saja sudah cukup untuk mengamankan anggaran," ujarnya.
(dnl/ddn)











































