Hal tersebut disampaikan Dirut Bulog Mustafa Abubakar di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/4/2008).
"Kalau dengan harga lama kita butuh Rp 13 hingga Rp 13,5 triliun. Kredit untuk pembelian beras dan gabah dengan asumsi kita beli 3 juta ton sampai akhir tahun. Dengan harga baru, dananya menjadi 15T. Kredit untuk tahun 2008," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada masalah. Karena semua kredit yang dipinjam Bulog dijamin oleh pemerintah. Pasti terbayar dan tidak ada risiko. Saya bersyukur tahun ini bunga kredit akan turun. Dulu Libor+3,5% atau sekitar 11-12% sekarang Libor+2% 1,5% persen dari sebelumnya menjadi suku bunga sebesar kira-kira 10%. Jadi tidak ada masalah," ujarnya.
(ddn/qom)










































