Indonesia Defisit Benih Jagung 40 Ribu Ton

Indonesia Defisit Benih Jagung 40 Ribu Ton

- detikFinance
Rabu, 23 Apr 2008 10:36 WIB
Indonesia Defisit Benih Jagung 40 Ribu Ton
Jakarta - Persediaan benih jagung untuk kebutuhan produksi nasional masih mengalami kekurangan pasokan. Benih jagung yang bisa dipasok oleh produsen dalam negeri maksimal hanya sekitar 30 ribu ton. Padahal permintaan benih jagung nasional mencapai 70 ribu ton.

Demikian dikatakan Vice President Director PT BISI International Tbk (BISI), Thomas Effendy, di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Rabu (23/4/2008).

Oleh karena itu, BISI sebagai salah satu pemain utama di sektor penyediaan benih jagung dalam negeri berencana meningkatkan kapasitas produksinya hingga 150%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kapasitas produksi kita untuk benih jagung dan benih padi masih sekitar 20 ribu ton. Namun tahun ini akan kita tingkatkan menjadi 60 ribu ton," ulas Thomas.

Ia mengungkapkan rencana penambahan kapasitas tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan selesai pada Juni 2008 ini.

"Juni 2008 ini kita sudah bisa meningkatkan kapasitas produksi menjadi 40 ribu ton. Komposisi produksinya nanti benih jagung 35 ribu ton dan sisanya benih padi," ungkap Thomas.

Tahap kedua diharapkan selesai pada akhir tahun ini. Kapasitas produksinya di akhir tahun akan menjadi 60 ribu ton, dengan komposisi produksi benih jagung sebesar 50 ribu ton dan benih padi 10 ribu ton.

"Agar produksi benih kita bisa sesuai target, kita juga akan meningkatkan jumlah lahan plasma menjadi sekitar 200 ribu plasma," ulas Thomas.

Saat ini jumlah plasma BISI sekitar 80 ribu plasma, dengan luas lahan sebesar 3000 meter persegi per plasma.

Mengenai pendanaan untuk peningkatan kapasitas produksi benih, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 400 miliar. Dana tersebut diperoleh dari pinjaman BRI sebesar Rp 250 miliar, kas internal Rp 100 miliar dan sekitar Rp 50 miliar menggunakan sisa dana hasil IPO BISI pertengahan tahun lalu.

Dengan peningkatan kapasitas produksi tersebut, diharapkan bisa menjawab masalah kekurangan pasokan benih jagung.

Jika pada tahun 2009 mendatang kapasitas produksi BISI yang ditargetkan sebesar 50 ribu ton bisa tercapai, maka akan menurunkan angka defisit persediaan benih jagung dari saat ini sebesar 133,3% menjadi sekitar 40%. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads