Apalagi, program penghematan konsumsi BBM seperti smart card dan konversi mitan belum dilakukan secara signifikan.
Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian, Mendag, dan Deputi Senior Gurbenur BI di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
Â
"Jadi dari 9,6 juta kiloliter yang terealisir pada triwulan I pada Januari sampai Maret, memang menggambarkan sesuai kebutuhan ekonomi yang tumbuh sebesar 6,3%. Jadi growth itu ya normal. Karena belum ada penghematan langkah-langkah yang dilakukan departemen teknis," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Namun dengan kondisi sekarang dimana program penghematan belum berdampak signifikan, maka Departemen ESDM, BPH Migas dan Pertamina nampaknya harus bekerja keras mengejar ketinggalannya.
Â
Program konversi mitan ke elpiji pada kuartal pertama baru tercatat sebesar 17% dari target 2 juta kiloliter di tahun ini. Sementara program smart card sampai sekarang belum juga dilakukan.
Â
"Artinya memang harus kerja keras untuk mengejar ketinggalan 83% dari 2 juta pada tahun ini. Ini tantangan yang keras," katanya.
(lih/ddn)











































