Indonesia Masih Mampu Redam Gejolak Eksternal

Indonesia Masih Mampu Redam Gejolak Eksternal

- detikFinance
Rabu, 23 Apr 2008 13:03 WIB
Indonesia Masih Mampu Redam Gejolak Eksternal
Jakarta - Pemerintah menilai Indonesia mampu meredam gejolak dari pengaruh eksternal seperti kenaikan harga komoditas utama misalnya minyak.

Dengan demikian pengaruh berbagai situasi eksternal itu terhadap situasi ekonomi dalam negeri dapat diminimalisir.

"Indonesia sampai saat ini mungkin tergolong cukup bisa meredam itu. Pertanyaannya apakah bisa gak itu bertahan hingga akhir tahun," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (23/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan pada ongkos berapa ongkos di APBN, nah ongkosnya itu yang harus terus menerus kita manage sehingga confidence terhadap APBN tetap bisa terjaga," ujarnya.

Mengenai masalah inflasi yang relatif tinggi, yang pada Maret bulan lalu mencapai 8 persen year on year, menurut Menkeu, bukan hanya Indonesia saja yang menghadapi permasalahan inflasi.

"Indonesia tidak begitu jauh dengan negara-negara lain, kita bicara inflasi bulan lalu, BPS katakan 8,1 persen itu di negara tetangga-tetangga kita kira-kira juga sama, China 8,3 persen," ujarnya.

Namun bukan berarti pemerintah tidak melakukan sesuatu untuk menyiasatinya. "Kan setiap hari kalau kita rapat selalu masalah harga, begitu harga beras, minyak tanah, minyak goreng, kedelai, apa saja itu jadi fokus perhatian," ujarnya.

Pemerintah akan berupaya untuk menjaga distribusi barang sehingga bisa meredam inflasi tidak menjadi terlalu berat.

"Kalau inflasinya bisa dijaga pada level yang setara dengan negara-negara tetangga, sehingga tidak menimbulkan confidence maka persoalan kedua adalah bagaimana Bank Indonesia dengan Menkeu terutama adalah mendesain respons kebijakan makro yang appropriate," ujarnya.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads