"Pemerintah melalui Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI) memang sedang melakukan exercise sampai berapa besar kenaikan biaya infrastruktur ini, tapi tidak ada kebijakan menunda proyek karena biaya-biaya naik," kata Deputi Menko Perekonomian Bambang Susantono yang juga Sekretaris KKPPI, ketika dihubungi detikFinance, Rabu (23/4/2008).
Diakui Bambang, saat ini memang ada tren kenaikan bahan-bahan infrastruktur mulai dari besi, baja, semen, aspal. Namun kenaikan tersebut akan dilihat dampaknya dan seberapa besar toleransinya dari kemampuan pembiayaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek infrastruktur yang difokuskan itu menurut Bambang seperti pembenahan jalan pantura, lintas timur Sumatra, pelabuhan, bandara yang terkait langsung dengan kegiatan perekonmian.
"Karena kalau proyek-proyek ini ditunda akan mengganggu pada kegiatan ekonomi dan menurunkan daya saing," ulas Bambang.
Namun Bambang, mengaku belum mengetahui seberapa besar kenaikan biaya-biaya infrastruktur saat ini. "Kami masih menunggu laporan dari departemen teknis," ujarnya.
Menurut Bambang, akibat gejolak harga minyak dan komoditas dunia membuat banyak negara mengeluarkan biaya ekstra untuk proyek-proyek infrastrukturnya.
Sementara Malaysia juga memutuskan untuk menunda pembangunan kereta cepat dari Kuala Lumpur ke Singapura akibat kenaikan biaya ini. (ir/qom)










































