Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat membuka Inacraft 2008 di JCC, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
"Membuka pasar tidak mudah. Jangan setelah pasar terbuka dan pesanan banyak, kita malah tidak mampu memproduksi dalam jumlah besar dengan kualitas terjaga," pesan SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi produktivitas tinggi dan standar kualitas produk masih jadi kendala. Tidak sedikit importir luar negeri yang kecewa dengan tidak terpenuhinya pesanan mereka secara tepat waktu sehingga mengalihkan ke produsen di negara lain.
Untuk meningkatkan produktivitas, SBY mendorong para pengusaha industri kreatif nasional yang sebagian besar UMKM memanfaatkan kredit bank. Terutama fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijamin langsung oleh pemerintah.
"Jangan sia-siakan kredit tanpa agunan. Silahkan pinjam modal, yang menjamin pemerintah," ujar presiden.
Dirut PT Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot M Suwondo mengatakan BNI tetap berkomitmen untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah berbasis ekonomi kreatif.
"INI sejalan dengan program pemerintah untuk memajukan ekonomi kreatif di Indonesia," ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikFinance.
Untuk melayani pembiayaan bagi pengusaha kecil, BNI menyediakan Kredit Usaha Rakyat (maksimum Rp 500 juta) BNI wirausaha (maksimum Rp 1 miliar), BNI Usaha Berkembang (Rp 1-3 miliar) dan BNI Usaha Maju (Rp 3-10 miliar). Serta produk pembiayaan syariah berupa BNI Tunas Syariah dan BNI Wirausaha Syariah.
"Produk BNI KUR merupakan kredit yang didesain untuk membantu para wiraswasta yang ingin mengembangkan usahanya," ujarnya.
(lh/ddn)











































