Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menjelaskannya disela-sela Penandatanganan keputusan bersama BPH Migas dan Kejagung tentang barang bukti perkara tindak pidana penyediaan di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
"Baru ditargetin kemarin Senin dalam rapat dengan Wapres. Naik jadi 20 juta KK. Kita sih jalanin saja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk target 20 juta KK, kebutuhan tabungnya mencapai 40 juta unit. Dan Pertamina mendapat izin impor tabung sebanyak 6,5 juta unit. "Impor 6,5 juta unit boleh dari Thailand atau dari China. Tapi kita masih tunggu SNI-nya," tambahnya.
Selain itu, kebutuhan impor elpiji juga bertambah dari sekitar 400 ribu ton untuk target 15 juta KK menjadi 500 ribu ton untuk target 20 juta KK.
Hingga saat ini, total rumah tangga dan industri kecil yang sudah menerima paket konversi baru 6,5 juta KK atau sekitar 17% dari target 15 juta KK.
(lih/ir)











































