Konsumsi BBM Membengkak 15%

Konsumsi BBM Membengkak 15%

- detikFinance
Kamis, 24 Apr 2008 11:05 WIB
Konsumsi BBM Membengkak 15%
Jakarta - Konsumsi BBM subsidi tahun ini bisa membengkak sampai 41 juta KL jika tidak dilakukan pengawasan secara ketat. Volume ini membengkak 15% dari kuota yang tercantum di APBNP sebesar 35 juta KL.
 
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam sambutan Penandatanganan keputusan bersama BPH Migas dan Kejagung tentang barang bukti perkara tindak pidana penyediaan di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
 
"Kalau melihat konsumsi BBM pada Januari, Februari, dan Maret lalu diproyeksikan untuk 1 tahun, kalau tidak diawasi bisa membengkak menjadi 41 juta kiloliter," katanya.
 
Dengan begitu, subsidi BBM yang ditanggung APBN pun juga membengkak. Jika dengan asumsi harga minyak US$ 95 per barel subsidi mencapai Rp 106 triliun, maka dengan harga minyak sekarang yang sekitar US$ 115 per barel maka bisa melebihi Rp 125 triliun.
 
"Apalagi jika tidak dilakukan pengawasan, bisa lebih banyak lagi," tambahnya.
 
Untuk itulah, BPH Migas menggandeng Kejaksaan Agung untuk membantu penyimpanan barang bukti kasus penyelewengan BBM. Penandatanganan dilakukan antara Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dengan Jaksa Muda Pidana Umum AH Aritonang disaksikan Menteri ESDM, Jaksa AGung Hendarman S dan Menkopolhukan Widodo AS.

Direktur PNBP Mudjo Suwarno sebelumnya menyatakan, subsidi BBM yang telah dikucurkan pemerintah hingga Maret 2008 mencapai Rp 32 triliun. Tingginya subsidi BBM yang dikucurkan itu terkait dengan tingginya harga ICP yang sudah mencapai US$ 103 per barel.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads