Penyerapan Biodiesel Diturunkan, Timnas BBN Kecewa

Penyerapan Biodiesel Diturunkan, Timnas BBN Kecewa

- detikFinance
Kamis, 24 Apr 2008 14:12 WIB
Jakarta - Timnas Pengembangan Bahan Bakar Babati (BBN) kecewa karena penyerapan kebutuhan biodiesel yang diserap oleh Pertamina akan diturunkan dari 3% menjadi 1%.

Timnas juga kecewa dengan mekanisme pembelian biodiesel oleh Pertamina yang dinilai tidak memberikan kepastian bagi produsen biodiesel.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) Al Hilal Hamdi, dalam acara seminar bio energi di gedung Departemen Pertanian, Jakarta, Kamis (24/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini tingkat penyerapan biodiesel  di Pertamania 2% hingga 3% bahkan akan diturunkan hanya 1%. Saya kecewa dengan Pertamina lambat sekali mengantisipasi ked epan tidak memberikan sinyal yang positif untuk industri dan pertanian," ujarnya.

Hilal membandingkan dengan negara lain seperti India, mekanisme pembelian yang dilakukan oleh Pertamina tidak menunjukan sikap menjamin kepastian bagi produsen biodiesel.

"Karena dia belinya bulanan, seharusnya dibikin kontrak setahun dengan adanya kepastian pada harga tertentu, tentunya banyak industri mau, sinyal itu tidak ada, pertamina lamban sekali," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Purnardi Djojosudirdjo, menjelaskan langkah pengurangan penyerapan biodiesel oleh Pertamina disebabkan karena pihak Pertamina kesulitan menanggung beban dari selisih biaya pembelian dan penjualan yang cenderung merugi.

"Saya dengar itu dari pertamina itukan dijualnya dicampur dengan solar yang disubsidi. Ada selisih beli dari kita Rp 9.500 per liter dia harus jual Rp 4.300 per liter. Berarti ada selisih Rp 5.000 lebih itu yang tidak disubsidi oleh negara. Itu sedang dalam proses, sehingga ia tidak kuat nombokin terus, sehingga menggerogoti keuntungan," kata Purnardi.

Hingga kini, lanjut Purnardi produksi biodisel 2007 mencapai 1,5 juta kilo liter per tahun, akan ditingkatkan menjadi 5,57 juta kilo liter pada tahun 2010.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads