Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) Al Hilal Hamdi, dalam acara seminar bio energi di gedung Departemen Pertanian, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
Β "Untuk sektor biofuel dari asing berasal dari China, Korea, AS bahkan dari dalam negeri, melihat peluang bagus umumnya masuk ke sektor bahan baku sawit. Kalau tebu setelah tanam harus bangun pabrik juga, sedangkan kalau sawit masih bisa tunggu 5 tahun. Tahun ini investasi dari PMA asing saja di atas US$ 10 M itu sudah komitmen," urainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hilal mengatakan, tim nasional BNN akan mencoba melakukan upaya menjembatani antara produsen crude palm oil (CPO) dan produsen biofuel. Terutama produsen biodiesel mengenai harga CPO yang sedang tinggi, dalam hal mengatasi keekonomisan bahan baku CPO untuk industri biodiesel.
"Untuk jangka pendek kita mempertemukan antara kepentingan produsen CPO dan produsen biodiesel pada level berepa CPO itu bisa dijual kepada industri biodiesel, sehingga tidak menambah berat beban subsidi bahkan mengurangi subsidi," ujarnya.
Nantinya dengan adanya kesepahaman tersebut, lanjut Hilal, akan bertemu harga yang cocok bagi produsen biodiesel pada saat harga yang tinggi.
"Ketentuan harga tertentu fixed sekian persen pada level harga tertentu, masih bisa diserap biodiesel yang mengambil margin minim sehingga lebih murah di konsumen," paparnya.
(hen/ir)











































