Hal tersebut diungkapkan Dirjen Migas Luluk Sumiarso usai rapat koordinasi produksi minyak 2008 yang digelar di Plasa Centris, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
"Kami sudah melihat berbagai kemungkinan, sampai akhir tahun kita optimis target bisa tercapai. Tetapi yang dibawah target nanti mendapat perhatian," kata dia.
Dari hasil rapat tersebut terlihat produksi minyak nasional sampai saat ini bisa mencapai target produksi 977 ribu bph dan lifting 927 ribu bph. Angka produksi dan lifting berbeda karena ada swap yang dilakukan Chevron dengan ConocoPhilips sebanyak 50 ribu bph.
Menurut Kepala BP Migas Kardaya Warnika, dalam rapat tersebut tersebut memang ada beberapa perusahaan yang mengajukan penurunan rencana produksi seperti Pertamina dan Chevron.
Pertamina menurunkan rencana produksinya dari 145 ribu bph menjadi 132 ribu bph. Sementara Kardaya tidak menjelaskan berapa penurunan produksi dari Chevron.
Selain penurunan, ada perusahaan yang mengajukan kenaikan produksi dan ada juga yang tingkat produksinya tetap. Perusahaan yang mengajukan kenaikan produksi antara lain ConocoPhilips dari 30 ribu bph menjadi 60 ribu bph. Sementara perusahaan yang tingkat produksinya tetap antara lain Petrochina.
Kardaya menjelaskan, beberapa kendala yang menghambat antara lain pembebasan lahan di Cepu, dan beberapa lapangan yang tua.
(lih/qom)











































