Minyak Menjauh dari Harga Puncak

Minyak Menjauh dari Harga Puncak

- detikFinance
Jumat, 25 Apr 2008 09:37 WIB
Minyak Menjauh dari Harga Puncak
Singapura - Harga minyak mentah dunia surut setelah melonjak mendekati level US$ 120 per barel. Anjloknya harga minyak terjadi setelah menguatnya dolar AS dan semakin membaiknya cadangan minyak AS.

Pada perdagangan Jumat (25/4/2008) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Juni kembali turun 46 sen ke level US$ 115,60 per barel.

Di New York Mercantile Exchange kemarin, harga sempat turun hingga 2,24 dolar menjadi US$ 116,06 per beral. Kontrak ini sempat mencapai level tertingginya di US$ 119,90 per barel pada Selasa lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara minyak jenis Brent pengiriman Juni juga turun hingga 2,12 per barel menjadi US$ 114,34 per barel, setelah sempat menembus US$ 116,87 per barel.

Kemarin, dolar AS kembali menguat atas euro seiring munculnya ekspektasi bahwa Bank Sentral AS akan segera mengakhiri langkah penurunan suku bunganya. Euro diperdagangkan di bawah 1,57 dolar.

"Jumlah cadangan minyak AS yang sepertinya lebih besar dari yang diharapkan pada pekan lalu dan juga penguatan dolar AS menjadi sentimen positif bagi beberapa investor untuk mengambil untung," ujar Andrey Kryuchenkov, analis dari Sucden seperti dikutip dari AFP.


(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads