Gubenur NAD Irwandy Yusuf menjelaskan, jika pasokan sebesar 225 MW ini beroperasi penuh, baru bisa memenuhi 60% kebutuhan rumah tangga.
"Itu belum termasuk kebutuhan industri-industri seperti perhotelan. Makanya perhotelan di Aceh sekarang lebih banyak menggunakan generator sendiri. Karena tidak bisa bergantung pada PLN," katanya dalam acara penandatanganan kontrak pembangunan PLTU NAD di kantor PLN Pusat, Jakarta, Jumat (25/4/2008).
Dengan tambahan listrik dari PLTU NAD yang rencananya beroperasi 2010 sebesar 2x112 MW pun baru akan memenuhi 80% kebutuhan listrik rumah tangga dan industri kecil.
Kedepannya, ia berharap ada investor-investor yang mau mengembangkan potensi energi alternatif di Aceh seperti panas bumi dan air.
Dengan kondisi listrik yang membaik, beberapa potensi perindustrian Aceh pun bisa berkembang. Industri yang berpotensi antara lain perhotelan, industri food processing, fishery, dan elektronik.
(lih/qom)











































