Inflasi Tinggi Hantam Asia

Inflasi Tinggi Hantam Asia

- detikFinance
Jumat, 25 Apr 2008 11:57 WIB
Inflasi Tinggi Hantam Asia
Tokyo - Kenaikan inflasi menghantam negara Asia. Inflasi di negara Jepang, Vietnam dan India meroket tajam, akibat kenaikan harga energi dan komoditas pangan.

Seperti dikutip AFP, Jumat (25/4/2008), inflasi inti di Jepang naik menjadi 1,2 persen di bulan Maret. Angka ini merupakan rekor baru selama 10 tahun terakhir. Inflasi di Jepang lebih tinggi dari bulan Februari 2008 sebesar 1 persen.

Inflasi di Jepang merupakan inflasi inti tertinggi sejak Maret 1998. Saat itu inflasi dipicu oleh kenaikan pajak penjualan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan inflasi ini tak ayal membuat bank sentral Jepang (BoJ) khawatir untuk tetap menahan suku bunganya. BoJ diprediksi akan menaikkan suku bunganya untuk menahan inflasi.

Sementara itu di Vietnam, inflasi selama 4 bulan di 2008 sudah mencapai 17,61 persen year on year. Selain kenaikan harga pangan, kenaikan harga rumah dan bahan baku bangunan menjadi faktor penting.

Badan Pusat Statistik Vietnam mengatakan kenaikan harga makanan dan minuman jadi menjadi penentu kenaikan inflasi. 2 Komoditas ini memberikan kontribusi hingga 40 persen dari angka inflasi. Komoditas ini naik 27,91 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Harga beras dan biji-bijan lain juga meningkat 25,5 persen, sementara produk makanan lain naik 29,69 persen. Sementara untuk bahan baku bangunan dan perumahan tercatat mengalami inflasi sebanyak 19,08 persen.

Inflasi yang tinggi di Vietnam ini mengakibatkan banyak keluhan masyarakat dan demonstrasi buruh.

Pemerintah Vietnam tadinya menargetkan inflasi di bawah angka pertumbuhan PDB di tahun 2008, yang targetnya turun jadi 7 persen, tapi tak dinyana inflasi kini meningkat di luar dugaan.

India juga senasib. Inflasi di negara yang kini menjadi negara dengan pertumbuhan cukup tinggi di Asia ini tercatat mengalami inflasi tahunan sebesar 7,33 persen hingga minggu kedua April.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads