Industri Listrik RI Butuh 80 Juta Ton Batubara

Industri Listrik RI Butuh 80 Juta Ton Batubara

- detikFinance
Jumat, 25 Apr 2008 14:21 WIB
Industri Listrik RI Butuh 80 Juta Ton Batubara
Jakarta - Kebutuhan batubara industri listrik di Indonesia pada 2011 diperkirakan mencapai 80 juta ton per tahun. Produsen dalam negeri diharapkan mau mengalokasikan sebagian batubaranya untuk industri listrik nasional.
 
Wadirut PLN Rudiantara menjelaskan, kebutuhan sebesar itu terdiri dari 30 juta ton untuk pembangkit yang sekarang sudah ada, 30 juta ton untuk tambahan 10.000 MW dan 20 juta ton untuk kebutuhan pembangkit swasta.
 
"Pada 2011 industri listrik di Indonesia membutuhkan sekitar 80 juta ton. Ini untuk pembangkit PLN yang existing, 10.000 MW dan IPP," katanya usai penandatanganan kontrak pembangunan PLTU di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (25/4/2008).
 
Untuk itulah, kini PLN akan mereview lagi kontrak-kontrak batubaranya untuk memastikan bahwa semua pasokan batubara ke pembangkit bisa berjalan lancar.
 
"Kan bisa repot kalau pembangkitnya sudah ada, tapi batubaranya nggak datang. Atau sebaliknya. Jadi kita harus memastikan bahwa pasokan batubaranya bisa datang sesuai jadwal," tambahnya.
 
Kebutuhan batubara yang meningkat ini seiring usaha PLN untuk mengurangi pemakaian BBM di pembangkitnya. "Pada 2011 nanti, kita harapkan BBM hanya digunakan ketika beban puncak saja," katanya.
 
Harga BBM yang terus melejit memang membuat biaya energi PLN membengkak. Bahkan dengan ICP yang sudah menembus US$ 100/barel atau melampaui asumsi APBNP yang US$ 95/barel, porsi biaya BBM PLN naik dari 30% menjadi 50% dari total biaya energi.
 
Kenaikan harga minyak ini membuat harga pokok produksi PLN membengkak menjadi Rp 1.200/kwh, sementara harga jual listriknya hanya Rp 600/kwh.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads